Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan selama 10 tahun
terakhir terus mengupayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia,
dari lulusan sekolah dasar menjadi minimal lulusan sekolah menengah.
Semua itu agar memiliki keterampilan yang lebih tinggi saat bekerja.
"Satu
tantangan utama lapangan kerja kita adalah sekitar 49 persen pekerja
kita masih berpendidikan SD. Ini membuat mobilitas ekonomi mereka
menjadi sangat terbatas, dan berdampak panjang pada produktivitas
nasional. Karena itu, saya gembira dapat mengakhiri masa jabatan saya
dengan berjalannya program Pendidikan Menengah Universal sejak tahun
2012," kata Presiden dalam pidato kenegaraan di Gedung DPR/MPR/DPD RI
Jakarta, Jumat (15/8/2014).
Presiden mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan terus meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.
"Insya
Allah, generasi anak-anak kita akan hidup dalam sistem pendidikan di
mana paling sedikit mereka akan mengenyam bukan 6 tahun, bukan 9 tahun
namun 12 tahun pendidikan, bahkan kita dorong terus agar mereka bisa
menikmati sampai Perguruan Tinggi. Esensinya, kita telah mengubah dan
menaikkan program wajib belajar 9 tahun, menjadi wajib belajar 12
tahun," tegasnya.
Selain itu Presiden juga mengatakan pemerintah
terus memperbaiki dan menambah fasilitas pendidikan. "Saya dapat katakan
bahwa pemandangan yang paling indah di Indonesia bukan saja gunung
tinggi, hutan lebat dan laut biru kita. Pemandangan paling indah adalah
anak-anak kita yang setiap pagi berjalan ke sekolah dengan seragam yang
bersih dan penuh ceria. Kita semua mempunyai kewajiban agar mereka dapat
belajar dalam sarana sekolah yang nyaman, bersih dan sehat," ujar dia.
Presiden
mengatakan, "karena itulah, kita terus membangun sekolah baru dan ruang
kelas baru, serta merehabilitasi ruang kelas yang sudah rusak. Sejak
2010, melalui program Gerakan Nasional Rehabilitasi Gedung Sekolah telah
diperbaiki hampir 300.000 ruang kelas di seluruh Indonesia."
Satu
hal yang juga menggembirakan, ungkap SBY, adalah jumlah anak-anak
Indonesia yang masuk ke perguruan tinggi terus meningkat secara drastis.
Tahun 2004, setelah hampir 60 tahun merdeka, hanya 14 dari 100 anak
usia 19 sampai 23 tahun yang masuk ke perguruan tinggi.
"Sejak
itu, kita terus mencari dan melakukan berbagai cara untuk meningkatkan
jumlah ini. Hasilnya, kini dari 100 anak usia 19 tahun, 30 telah masuk
ke Perguruan Tinggi, atau 2 kali lipat dari 10 tahun sebelumnya. Ini
tentu akan sangat berdampak pada pengembangan sumber daya manusia kita
sekarang dan di masa mendatang. Inilah modal dasar kita : insan-insan
Indonesia yang cerdas, berilmu dan mempunyai keterampilan," papar
Presiden SBY. (Mut)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar